Cerita Fantasi

Alat Ajaib
              Namaku Anindhira Viranda Kheizikha dikenal dengan panggilan Vira. Aku punya banyak sahabat, tapi ya.... yang paling akrab cuman tiga yaitu; Leana Naerata Shindunata yang biasa di panggil Lea, Miranda Sherlyna Yureizha yang biasa di panggil Lyna, dan Sheikha Ayhessa Kiraya yang biasa di panggil Sheikha. Aku juga punya dua Kakak yaitu; Joviel Ferrand Aldhevan Kheivan yang biasa di panggil Jovie dan Keanu Nauval Syahregar yang biasa di panggil Ken. Aku bersekolah di Junior High School Bintang Harapan Bangsa bersama kedua kakakku.
              “Tett...  Tett... Tett...” Suara bel pulang berbunyi. “ Yuhuy... ” Seru semua murid kelas 7, tepatnya Kelas 7K kelasku. “ Baiklah semuanya pelajaran kita akhiri, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...  ” Ucap Pak. Singgih mengakhiri pertemuan hari ini. “ Wa’alaikummussalam Warohmatullahi Wabarokatuh ” Jawab Semuanya. “ Eh.. Sheik... ” Panggilku sambil berlari keluar kelas mengikuti Sheikha.  “ Apa Vir? ” Jawab Sheika.                 “ Hari ini ada acara gak ” Tanyaku. “ Hm... gak ada kok Vir ” Jawab Sheika. “ Gimana kalo kamu menginap di rumahku ? ” Tanyaku. “ Hm... boleh, Oh ya ajak Lyna ama Lea juga yukk ” Saran Sheikha. “ Hm... boleh – boleh biar rumahku tambah rame. Soalnya di rumah cuman aku Kak.Jo ama Kak.Ken doank Bunda ama Ayahku keluar kota” Jawabku panjang lebar. “ Oke, Yukk kita ke taman sekolah pastinya mereka berdua ada di sana ” Ajak Sheikha. “ Oke !!! ” Jawabku singkat.
              “ Lyna.... Lea.....” Panggilku dari kejauhan sambil berlari dan berteriak. “ hey hey hey.... ada apa ini ? ” tanya Lyna. “ huh huh huh , kita ini dari, huh huh huh, dari kelas mau ngajakin, huh huh huh  ka...kalian ini ” Jawabku terengah – engah. “ Kemana ? ” tanya Lea.      “ Ke rumahku ” jawabku.   “ Klo misalnya nginep di rumahmu... boleh gak Vir? ” tanya Lyna. “ Nahh itu tadi yang mau kita bicarakan....” Jawabku dan sheikha serentak. “ owh... jadi itu ya.... ” Kata Lyna dan Lea. “ He.em... ” jawab Sheikha sambil mengangguk – anggukkan kepalanya yang sedikit pegal. “ Oke deh kalo gitu, Ayo berangkat !! ” seru Lyna dan Lea.         “ Eh, bentar – bentar Kakakku mana ya? ” Kataku bingung.  “ Hm... Calling aja  dahh, rebes....” kata Lyna menyarankan. “ Beres kale’ Lyn... bukan rebes ” Kata Sheikha membenarkan.          “ Sttt... nih di jawab ama Kak.Ken” Kataku.
              “Halo, Kakak....”, “Ha’ah , Ada apa dek”, “Kak... Kak.Ken ama Kak.Jo dimana?”,    “Ini... di Cafe dekat rumah”, “Hah? Cafe? Cafe yang mana, Kak?”, “ Cafe Life In Music itu loh....”, “Owh... yaudah kalo gitu... Tapi Kak.Jo juga di situkan?”, “Iya dek....”,” Oke deh, kalo gitu aku pulang duluan ya Kak...”,  “ Hm... iya deh..”, “ Oke, Dah Kak....”, “Oke bye – Bye juga adek cantekk”.
              “Kata Kak.Ken apa Ra?” tanya Lea. “Kata Kak.Ken, Mereka berdua ada di Cafe Life In Music” jawahku. “Owh... yaudah yukk pulang” ajakku. “He.em, lho itukan mamaku...” seru Lyna. “Mama...” kata Lyna. “ hai... semua” sapa Mama Lyna. “ Halo juga Tante...”   Balas kami bertiga. “ Mau kemana nih?” tanya Mama Lyna. “ Mau ke rumahnya Vira, Tante” Jawab Sheikha. “ Mau nginap ya..." tebak Mama Lyna. “ lho kok tante tau” kataku kaget.   “ya iyalah, tadi pagi kan tante ketemu mama kamu” jawab Mama Lyna. “Yaudah yukk tante anterin” ajak Mama Lyna. “ Makasih Tante.....” Ucap kami. “ iya... sama –sama” Balas Mama Lyna. Beberapa menit kemudian....
              “Nah.. udah nyampe’ nih...” seru Mama Lyna. “ Makasih ya, Te....” ucap kami.              “ iya.... , yaudah Tante tinggal dulu ya...” Kata  mama Lyna. “ iya, Te...” Jawab kami sambil melambaikan tangan. “ Guys, yukk masuk anggap aja ini rumah orang ya...” ajakku. “ Ya iyalah Vir...” Jawah Lyna, Lea dan Sheikha. “Wihh... gede amat nih rumah” kata Lyna. “ Iya Vir, Kamarmu di sebelah mana?” tanya Lea. “Ayo aku tunjukin ya...” Kataku. “oke... Siap!!!” Jawab mereka bertiga semangat. “ Nah... ini kamarku” Kataku sambil mempersilahkan masuk. “Entar kalian tidurnya di sini aja ya” Kataku. “Lha terus kamu tidur dimana ?” tanya Lea. “Ya... di kamar pastinya” jawabku. “lha iya di mana ?” tanya Leana.    “ Di kamar ama Kak.Ken ama Kak.Jo” jawabku. “ Soalnya di kamar ini ama kamar Kak.Ken ada tiga kasur”kataku 
menjelaskan. “ Oke deh” jawab mereka bertiga.  “ Oh ya Buy, kalian ganti baju dulu  aja. Pilih aja baju yang kamu suka di lemariku” Kataku. “ WOKE...” jawab mereka bertiga.
Selang beberapa menit.....
              “ Guys udah selesai belom...” Ucapku sambil berteriak di ruang keluarga. “Udah. Sekarang mau ngapain?” tanya Lyna. “ Vira... di rumahmu ada ruang band gak?” tanya Lea.        “ Hm... ada kok. Mau main ?” Kataku. “ He.em” jawab mereka bertiga sambil mengangguk – anggukkan kepala. “ Oke let’s go!” Ajak ku. Tapi, tiba – tiba.... “ Dok dok dok” suara pintu yang di ketuk. “ Stt... eh ada sapa tuh?” tanya Lyna. “ Eh... iya, ada sapa tuhh” tambah Lea. “Ih... jangan – jangan.... jangan – jangan.....” Kata Sheikha merinding. “ stt... apaan sih kalian ini” Kataku menenangkan. “ yaudah aku aja yang buka’in” kataku. “Krekkk” suara pintu kubuka.      “ DOOR.....” kata Kak.jovie mengagetkan. “AAA.....” teriakku kaget sambil meloncat ke belakang. “hahahaha......” tawa Kak.Jovie dan Kak.Ken. “Ih, Kak.Jo...” Ucap kami bertiga berbarengan. “ Ah... udah – udah. Biasa aja kale’ kalo kaget” Kata Kak.Ken.      “ Yaudah kalo gitu. Kita ke ruangan band dulu. Dah...” Kataku sambil berlari ke tangga. “ Eh – eh kita ikut....” Teriak Kak.Ken dan Kak.Jovie sambil berlari mengikuti kami berempat. Pada akhirnya mereka semua pada main di ruang band. Mereka main sesuka hatinya, entah beraturan maupun ada nada yang hancurnya gak karuan. Kak.Jo main sama alat musik bass kesayangannya lagi coba’ lagunya  yang dia ciptakan sendiri, Kak.Ken coba – coba bikin lagu atau coba merangkai nada – nada di tuts piano classic yang biasa ia gunain, Sheikha lagi coba’in alat musik harpa yang dia belom pernah dia coba, Lea mainin biola ia mencoba untuk mengiringi lagunya Ludwig Van Beethoven yang berjudul Moonlight Sonata, Lyna coba alat musik drum dia coba – coba mengiringi lagunya Queen yang judulnya Somebody To Love, Dan.... bagaimana denganku? Kalo aku lagi latian lagunya John legenda yang berjudul All Of Me yang aku mainkan dengan gitar akustik kesayanganku. Semuanya pada asik mainin alat musik.  Tiba – tiba.......
              “ hey, sapa sih yang main Flashlight” kata Kak.Jovie dengan nada yang sedikit marah.  “ Enggak, enggak kok kita gak maen senter atau pun sejenisnya” jawab Lyna. “ Trus cahaya ini apaan ? terang banget, silau menn...” kata Kak.Ken. “ Entah.... aku gak mau tau” jawabku. Beberapa detik kemudian cahaya itu pun  meredup. Dan..... “ Eh semuanya, liat itu pintu apaan?” tanya Sheikha. “Hm... bentar – bentar.  Kak – kak coba’ deh, sejak kapan ruangan band di rumah kita ini ada pintu lagi” kataku sambil memikirkan soal pintu itu. “iya – ya sejak kapan ?” Kata Kak.Ken juga bingung. “ Ah... kelamaan mikirnya” kata Kak.Jovie sambil berjalan ke pintu itu yang tiba – tiba aja ada di ruangan ini. “ Jo... Kak.Jo... jangan...” teriak semuanya. “ Eh... bentar – bentar, ada ruangan lagi” Seru Kak.Jovie. “ Hah?” Bingung semua. “Eh... sini deh, coba’ liat ke sini”  Pinta Kak.Jovie. Saat semuanya masuk ke ruangan tersebut di situ terdapat banyak baju – baju di musim dingin yang sangat tebal seperti jaket – jaket berbulu yang panjang, saat berhenti di satu ruangan tidak ada pintu lagi dan terdapat suatu benda yang mungkin asing di antara kami. “Vir, benda apaan tuh ?” tanya Lea. “Ini kayak  mesin game yang kayak di Time Zone” Jawab Lyna. “Yagh... dasar gamers” ejek Kak.Jovie. “emang gua pikirin” kata Lyna. “Ah, udah. Hm.... coba’ aku pencet tombol On ini” Kataku. “Eh guys, alatnya berfungsi” Kataku. “Halo! Aku adalah mesin waktu dari 120 tahun yang akan datang. Beruntung sekali kalian bisa menggunakanku. Selamat menggunakan!!!” suara yang muncul dari mesin itu dan bertuliskan    “ SELAMAT MENCOBA”. “ Ah, ogah deh. Entar kalo gak bisa kembali ke masa sekarang gimana?” Keluh Lyna. “ Ya... takdir Lyn” jawabku. “Hm... aku mau ke pertengahan tahun 1803 di saat Ludwig Van Beethoven mementaskan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 yang tampil sebagai soloi” kata Kak.Ken semangat. “OKE” jawab Kak.Jovie sambil mengetik di mesin waktu. “di mohon semuanya untuk duduk dan menggunakan sabuk pengaman dan kacamata yang sudah di sediakan” suara yang lagi- lagi muncul di mesin waktu. “ What ? tiba –tiba aja ruangannya jadi kayak gini ada kursi yang sudah ada sabuk pengamannya plus....” kata Lea yang terpotong. “ ah udah –udah. Cepetan pake, entar ke buru jalan” Kata Sheikha. “sipp” seru Kak.Jovie. “ Perjalan akan dimulai dari...  3... 2... 1...”. “ Hwaahhhh.......” teriak semuanya. Semuanya berpegangan erat dan layaknya menembus badai angin sangat kuatnya. WUSHH selang beberapa detik, tiba – tiba saja kami semua berada di mana tempat Ludwig Van Beethoven mementaskan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 dan mengenakan gelang yang berfungsi untuk berpindah tempat yang di ucapkan. “ Huihh.. liat tuhh di sana ada Ludwig Van Beethoven yang memainkan piano classic” Kata Kak.Ken histeris. “ Huihhh iya –ya, eh guys liat deh baju kita aja juga udah berganti ke tahun yang kita datangi” kataku. “Wuhh keren...” kata Kak.Ken sambil bertepuk tangan mengikuti semua penonton yang hadir di sini. “ Hwahh... sekarang ke konsernya One Direction yang ada di Bournemouth pada tahun 2012 ” Kataku sambil memencet tombol “pergi” di gelangku. “Okay, One Two Three... And we danced all night to, The best song ever, We knew every line, Now I can't remember” Suara One Direction menyanyikan Album Midhnight Memories tepatnya yang berjudul Best Song Ever. “ Yuhuyy....” seru semuanya. “huihh... Zayn Malik.....” teriakku dan Lyna yang directioners. “Ah.... Zayn Malik mulu’ nih. Sekarang gantian gua ke..... Jepang, Event cosplay di tahun 1999” seru Kak.Jovie bersemangat. 10 detik kemudian kami semua berada di tengah – tengah event yang sangat ramai sekali di Jepang.  “ NARUTO......” teriak Kak.Jovie dengan wajah yang rupanya sangat bahagia sekali. “Widihh... fotoin nih Vir” pinta Kak.Jovie sambil mengucapkan “Shashin o irai suru hitsuyō ga arimasu” kepada peraga costum naruto yang artinya boleh minta foto. “ oke, entar gantian aku” Jawabku. “good job, sekarang kembali ke Indonesia, tapi... ke Jakarta liat idola cilik yang pertama pada tahun 2008” Seru Lea yang nge-fans banget ama idola cilik. WUSHH.... angin berhembus dengan sangat kencangnya dalam sekejap kami semua sudah duduk menonton di studio. “ Gabriel... Stevent... Damanik...” teriak Lea Sheikha terlalu senang rupanya. “Yagh... nih anak mulai lagi” kata Lyna. “ Asekk.....” teriak Kak.Ken dan Kak.Jovie. “ wahh dua kakakku ini pastinya udah nemuin Ashilla” Sindirku.  “ Ah... udah ah. Jangan bahas itu deh” kata Kak.Ken.  “ Siap semuanya. waktu kalian sudah habis 30 detik dari sekarang kalian akan kembali ke tempat kalian semula, di mohon untuk menggunakan kacamata dan bergandengan tangan dengan yang lainya” suara yang muncul dari gelang yang kami semua gunakan. “Oh no.... kenapa cepat banget” keluh Lyna. “10.. 9... 8... 7... 6... 5... 4... 3... 2... 1...” suara hitungan satu demi satu yang muncul dari gelang itu. “ Hwahhh......” teriak semuanya, angin terasa WUSHH kami terjang dengan sekejap.
              30 detik kemudian kami sampai di rumah. Tapi.... bukannya ada di ruangan band. Eh.... malahan berada di kamar Kak.Ken. Semuanya terlihat sangat kelelahan dan tertidur di lantai gak karuan. Kak.Ken di depan pintu kamar, Kak.Jovie ada di sebelah lemari buku, Aku tertidur di bawah meja belajar Kak.Ken, Sheikha dan Lea di sebelah kasur Kak.Jovie, dan Lyna entah dimana? Gak ada di ruangan kamar. Setelah Lea sadar dari tidurnya ia membangunkanku dan Sheikha. “ Ugh... hah? Kenapa aku ada di sini?” kata Lea bingung. “ Sheik, Vir bangun” kata Lea membangunkan. “ ugh... aduh, dimana nih?” kata Sheikha pun juga bingung. “ Yagh.. kenapa ini ada di kamarnya Kak.Ken?” kataku pun bingung. “ugh... dimana ini kita berdua Kak.Ken?” tanya Kak.Jovie yang baru bangun. “Wadaw... kenapa ini ada di kamar gua” kata Kak.Ken kaget. “Oh ya... Lyna mana?” tanyaku. “iya ya nihh anak mana ya?” tambah Lea. “Vir.. Le... Sheik... Jov... Kak.Ken..” Teriak Lyna dari ruangan yang berbeda. “ nahh tuh suaranya” jawab Kak.Ken. “ yukk kesana” ajak Sheikha sambil berlari keluar dari kamar. “Guys kalian dimana?” tanya Lyna dengan berteriak. “ Dimana sih nihh anak?” kata Lea bingung. “ iya nih...” tambah Sheikha. “ Lah, itu dia!” Kata Kak.Ken. “ Lho... kok kamu bisa ada di ruang tamu?” tanya Kak.Jovie. “ ya... mana aku tau aku aja tiba – tiba aja udah ke tiduran di antara sofa dan meja” jawab Lyna. “hahahahaha...” tawa kita semua. “ hahahaha... udah deh, yukk pada ganti baju dah jam lima sore nih” ajak Kak.Ken. “ Wahh kita jalan – jalan ke empat negara yang berbeda dalam sekejap cuman seperempat jam dari jam sebelas siang sampai jam lima sore” Kata Sheikha. “ iya, padahal kalo perjalanan yang aslinya pastinya kita perlu berhari – hari untuk ke empat negara yang berbeda” tambah Lea. “Oke – oke, nanti aja ceritanya di lanjutin” Kata Lyna.
              Setelah semua sudah selesai mandi dan mengganti pakaian mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Mereka bercerita keseruannya saat jalan – jalan tadi sampai malam hingga tertidur lelap di ruang keluarga yang rupa mereka semua kelelahan terlihat dari wajah mereka yang lesu. Mereka tertidur pulas hingga waktu menjelang sholat Shubuh tiba.
-          TAMAT       -


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mars SDN Pagentan 01